Senin, 14 Januari 2013

Fungsi Agama Dalam Masyarakat



AGAMA.... itulah kata yang terpikir dibenak kita jika kita berbicara tentang keimanan. Dewasa ini banyak yang menyepelekan agama, padahal agama sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Nah untuk membahas lebih lanjut kita harus mengetahui apa arti dari Agama.

Menurut saya Agama adalah suatu kepercayaan yang kita pegang teguh yang dapat membuat kita berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Kuasa serta makhluk Tuhan lainnya.

Seperti yang sudah dikatakan bahwa agama sangat penting dalam hidup kita, kita bisa lihat dari isi Pancasila sila pertama yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia merupakan penganut agama yang sangat kuat.

Selain itu agama juga mempunyai beberapa fungsi dalam masyarakat diantaranya :
1.  sebagai pedoman hidup.
2.  sebagai tanda-tanda yang jelas untuk manusia dalam menjalin hubungan dengan Allah, alam
     serta sesama manusia.
3.  mengingatkan manusia bahwa ada Zat yang lebih unggul dari kita.
4.  sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan Allah/ Tuhan Yang Maha Esa.
5.  sebagai identitas diri.

Masih banyak lagi fungsi dari agama, tetapi hanya sebatas itu yang dapat saya sampaikan. Jadi, kesimpulannya tak peduli siapa pun, dimana pun dan kapan pun kita harus berpegang teguh pada agama karena agama sangat penting bagi kita untuk menjalani kehidupan sehari-hari dan bermasyarakat.


Sumber materi :
2. scribd
Sumber gambar :
1. google

Peran Warga Negara Dalam Negara Hukum RI


Sebelum kita membahas tentang peran warga negara kita harus terlebih dahulu mengetahui apa itu arti dari warga negara. Menurut saya Warga Negara Indonesia (WNI) adalah seorang manusia yang diakui oleh Undang-Undang sebagai warga negara Republik Indonesia.

Sebuah negara yang besar tidak akan tercipta tanpa adanya sistem pemerintahan yang kuat dan tertata rapi, tapi kita juga tidak boleh mengesampingkan peran-peran warga negara. Sebab tanpa adanya peran suatu warga negara, sekuat apapun sistem pemerintahannya tidak akan berjalan dengan baik. Nah untuk itulah saya akan membahas apa saja peran-peran yang dapat dilakukan oleh warga negara.

Dalam menjalankan peran kita sebagai warga negara dalam negara hukum RI tidak harus dalam wujud perang, tetapi bisa diwujudkan dengan cara lain seperti :
1.  Menaati segala peraturan yang telah ditetapkan oleh UUD 45.
2.  Mengamalkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
3.  Taat membayar pajak.
4.  Tidak melakukan korupsi dalam bentuk apapun.
5.  Ikut serta dalam mengamankan lingkungan sekitar (seperti siskamling).
6.  Ikut serta membantu korban bencana di dalam negeri.
7.  Belajar dengan tekun pelajaran atau mata kuliah PKn.
8.  Mengikuti kegiatan ekstraklurikuler seperti PMR dan Pramuka.

            Jadi, dapat disimpulkan bahwa peran warga negara sangat berpengaruh dalam kehidupan bernegara. Untuk melakukannya kita tidak harus berjuang melawan penjajah seperti dahulu kala tetapi dapat dilakukan mulai dari kehidupan disekitar kita.


                 Sumber materi :
                 1. wikipedia,
                 2. edi widiyanto's blog
                 Sumber gambar :
                 1. google

Minggu, 13 Januari 2013

Aspek Positif dan Negatif Perkotaan



Didalam suatu negara pasti terdapat daerah perkotaan serta daerah pedesaan, perkotaan biasanya merupakan tempat terpusatnya pembangunan disegala bidang. Hal ini dapat kita lihat pada Ibu kota Negara kita yaitu DKI Jakarta, disini dapat kita lihat bahwa pembangunan gedung-gedung sangat pesat bahkan hanya dalam beberapa bulan kita dapat melihat gedung baru yang selesai dibangun.

Segala sesuatu pasti mempunyai aspek-aspek positif maupun negatif, begitu pula dengan perkotaan. Nah, aspek-aspek itulah yang akan saya bahas pada saat ini.

Ternyata setelah saya telaah aspek positif perkotaan lebih sedikit daripada aspek negatif, berikut ini beberapa aspek positif dan negatif yang saya dapatkan dari sumber yang ada dipaling bawah postingan.

Aspek positif perkotaan :
1.  menumbuhkan ekonomi kota.
2.  cepatnya laju pembangunan gedung perkantoran.
3.  banykanya pusat pertokoan untuk memnuhi kebutuhan kita.
4.  meningkatnya pabrik-pabrik dalam memproduksi barang.

Aspek negatif perkotaan :
1.  pembangunan membuat urbanisasi tidak terkendali.
2.  masalah kemerosotan lingkungan perumahan menjadi kumuh.
3.  mengakibatkan makin banyaknya para gepeng (gelandangan pengemis)
4.  kriminalitas.
5.  polusi yang disebabkan pabrik-pabrik.
6.  berkurangnya ruang hijau.
7.  PHK dimana-mana.

            Jadi, kesimpulannya adalah perkotaan memang dibutuhkan tapi kita juga harus memperhatikan dengan aspek lainnya. Sehingga tercipta lingkungan perkotaan yang sehat, damai dan asri.


                 Sumber materi   : alkitab sabda
                 Sumber gambar : google

Rabu, 09 Januari 2013

Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda




Pada era globalisasi seperti ini, di dunia pendidikan khususnya lembaga pendidikan telah dipertemukan dengan perkembangan zaman yang begitu pesat. Perkembangan ini biasanya mempunyai dua dampak, yaitu positif dan negatif. Dampak negatif merupakan sesuatu yang sangat mengkhawatirkan bagi semua kalangan terutama bagi generasi muda kita. Misalnya, penyalahgunaan obat terlarang,  minum-minuman keras, seks bebas serta perilaku menyimpang lainnya.

Ada beberapa pihak yang memiliki peran dalam pembinaan generasi muda, yaitu :
1. Orang Tua
2. Guru
3.  serta Masyarakat

Seperti yang sudah disebutkan diatas orang tua merupakan prioritas penting sebagai awal pembentukan karakter sang generasi muda. Prioritas kedua adalah guru karena dari merekalah insan-insan muda kita diberi pendidikan serta akhlakul kharimah untuk menghadapi dunia luar. Masyarakat juga tidak dapat dianggap remeh karena disanalah generasi muda kita bergaul serta mempunyai teman-teman, apabila lingkungannya buruk maka berdampak pula pada karakter sang generasi muda.

Diperlukan pengawasan dari ketiga pihak yang sudah dijelaskan tadi untuk menghindarkan generasi muda dari dampak negatif era Globalisasi. Maka dari itu marilah kita jaga dan didik generasi penerus kita ke arah yang lebih baik agar dapat mengharumkan nama bangsa kita.



Sumber materi    : koran pendidikan
Sumber gambar  : google

Hubungan antara Individu, Keluarga dan Masyarakat



Jika pada postingan yang dulu kita membicarakan tentang keluarga, maka pada saat ini kita akan membahas masalah yang berhubungan juga keluarga. Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang hubungan individu, keluarga dan masyarakat.

Sebelum kita berlanjut ke intinya alangkah baiknya kita harus mengerti apa itu arti dari individu, keluarga dan masyarakat:

Individu
Individu adalah seseorang yang mempunyai jati diri dan dapat bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. 

Keluarga
Keluarga adalah perkumpulan dari individu yang mempunyai hubungan darah dan biasanya tinggal dalam satu atap.

Masyarakat
Masyarakat adalah tingkat lebih lanjut dari keluarga atau bisa disebut sekumpulan individu yang mendiami suatu wilayah dalam waktu yang lama.

Hubungan Antara Ketiganya

Individu, keluarga dan masyarakat memiliki keterkaitan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Keluarga tidak akan ada tanpa adanya individu, begitupun dengan  masyarakat yang tidak akan ada tanpa individu. Sebaliknya individu juga membutuhkan keluarga serta masyarakat untuk menemukan jati dirinya yang sebenarnya untuk mempertahankan kedudukannya di lingkungan tersebut.

Setiap individu pasti terlebih dahulu mengenal lingkungan keluarga karena dari sanalah mereka dilahirkan serta dibesarkan. Baru lah individu menjajaki dunia luar dimulai dari lingkungan masyarakat sekitar, disana individu dapat mengembangkan potensi yang telah dia miliki kepada banyak orang dan pengalaman-pengalaman hidup yang berarti. 

Jadi dapat kita simpulkan bahwa individu tidak akan berkembang potensi/kemampuannya tanpa adanya keluarga dan masyarakat, serta keluarga dan masyarakat tidak akan tercipta tanpa adanya individu.




Sumber materi :  
Sumber gambar :
1google