Tampilkan postingan dengan label Teori Organisasi Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teori Organisasi Umum. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Januari 2014

Pengertian Budaya, Fungsi Budaya Organisasi & Tipologi Budaya Organisasi

Nama Anggota :
Agus Sulaiman                         10112400
Aris Supriyadi                          11112150
Aditya Harisakti                      10112232
Handoko Ari Prabowo           13112283       
Ganjar Sayogo Utomo            13112095       
Adhbi Kasyugi Prayogo           10112155                   


Pengertian Budaya

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, budaya diartikan sebagai pikiran, akal budi atau adat-istiadat. Secara tata bahasa, pengertian kebudayaan diturunkan dari kata budaya yang cenderung menunjuk pada pola pikir manusia. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Terdapat juga pengertian budaya juga menurut para ahli :
  1. Budaya Menurut Koentjaraningrat, Budaya adalah suatu sistem gagasan dan rasa, tindakan serta karya yang dihasilkanmanusia dalam kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan miliknya dengan belajar.
  2. Budaya Menurut E.B. Taylor, Budaya adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, kesusilaan, hukum, adat istiadat, serta kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang dipelajari manusia sebagai anggota masyarakat.
  3. Budaya Menurut Linton, Budaya adalah keseluruhan dari pengetahuan, sikap dan pola perilaku yang merupakan kebiasaan yang dimiliki dan diwariskan oleh anggota suatu masyarakat tertentu.
  4. Budaya Menurut Kluckhohn dan Kelly, Budaya adalah Semua rancangan hidup yang tercipta secara historis, baik yang eksplisit maupun implisit, rasional, irasional, yang ada pada suatu waktu, sebagai pedoman yang potensial untuk perilaku manusia.


Pengertian Budaya Organisasi

Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi. Adapun pengertian Budaya Organisasi menurut beberapa ahli, yaitu :
  • Menurut Wood, Wallace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, Osborn (2001:391), budaya organisasi adalah sistem yang dipercayai dan nilai yang dikembangkan oleh organisasi dimana hal itu menuntun perilaku dari anggota organisasi itu sendiri.
  • Menurut Tosi, Rizzo, Carroll seperti yang dikutip oleh Munandar (2001:263), budaya organisasi adalah cara-cara berpikir, berperasaan dan bereaksi berdasarkan pola-pola tertentu yang ada dalam organisasi atau yang ada pada bagian-bagian organisasi
  •  Menurut Robbins (1996:289), budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi itu.


Fungsi Budaya Organisasi

Budaya organisasi memiliki fungsi yang sangat penting. Fungsi budaya organisasi adalah sebagai tapal batas tingkah laku individu yang ada didalamnya.
Menurut Robbins (1996 : 294), fungsi budaya organisasi sebagai berikut :
  1. Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain.
  2. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.
  3. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang.
  4. Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan.
  5. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan.

Menurut Ndraha (1997 : 21) ada beberapa fungsi budaya, yaitu :
  1. Sebagai identitas dan citra suatu masyarakat
  2. Sebagai pengikat suatu masyarakat
  3. Sebagai sumber
  4. Sebagai kekuatan penggerak
  5. Sebagai kemampuan untuk membentuk nilai tambah
  6. Sebagai pola perilaku
  7. Sebagai warisan
  8. Sebagai pengganti formalisasi
  9. Sebagai mekanisme adaptasi terhadap perubahan
  10. Sebagai proses yang menjadikan bangsa kongruen dengan negara sehingga terbentuk nation – state


Tipologi Budaya Organisasi

Pengertian Tipologi merupakan suatu pengelompokan bahasa berdasarkan ciri khas tata kata dan tata kalimatnya (Mallinson dan Blake,1981:1-3). Tipologi budaya organisasi bertujuan untuk menunjukkan aneka budaya organisasi yang mungkin ada di realitas. Tipologi budaya organisasi dapat diturunkan dari tipologi organisasi misalnya dengan membagi tipe organisasi dengan membuat tabulasi silang antara jenis kekuasaan dengan jenis keterlibatan individu di dalam organisasi.

Jenis kekuasaan dan keterlibatan individu dalam organisasi dibagi menjadi :
  • Organisasi Koersif, adalah organisasi di mana para anggota organisasi harus mematuhi apapun peraturan yang diberlakukan.
  • Organisasi Utilitarian, adalah organisasi di mana para anggota diperlakukan secara adil dalam pekerjaan dan hasil sesuai dengan standart atau ketentuan yang yang disepakati bersama oleh anggota organisasi
  • Organisasi Normatif, adalah organisasi di mana para anggota organisasinya memberikan kontribusi tinggi pada komitmen karena menganggap organisasi adalah sama dengan tujuan diri mereka sendiri.


Menurut Sonnenfeld dari Universitas Emory (Robbins, 1996 :290-291), ada empat tipe
budaya organisasi :
  1. Akademi, Perusahaan suka merekrut para lulusan muda universitas, memberi mereka pelatihan istimewa, dan kemudian mengoperasikan mereka dalam suatu fungsi yang khusus. Perusahaan lebih menyukai karyawan yang lebih cermat, teliti, dan mendetail dalam menghadapi dan memecahkan suatu masalah.
  2. Kelab, Perusahaan lebih condong ke arah orientasi orang dan orientasi tim dimana perusahaan memberi nilai tinggi pada karyawan yang dapat menyesuaikan diri dalam sistem organisasi. Perusahaan juga menyukai karyawan yang setia dan mempunyai komitmen yang tinggi serta mengutamakan kerja sama tim.
  3. Tim Bisbol, Perusahaan berorientasi bagi para pengambil resiko dan inovator, perusahaan juga berorientasi pada hasil yang dicapai oleh karyawan, perusahaan juga lebih menyukai karyawan yang agresif. Perusahaan cenderung untuk mencari orang-orang berbakat dari segala usia dan pengalaman, perusahaan juga menawarkan insentif finansial yang sangat besar dan kebebasan besar bagi mereka yang sangat berprestasi.
  4. Benteng, Perusahaan condong untuk mempertahankan budaya yang sudah baik. Menurut Sonnenfield banyak perusahaan tidak dapat dengan rapi dikategorikan dalam salah satu dari empat kategori karena merek memiliki suatu paduan budaya atau karena perusahaan berada dalam masa peralihan.




Sumber Materi :
http://www.sarjanaku.com/2012/07/pengertian-budaya-organisasi-definisi.html
http://restatimur.blogspot.com/2013/04/budayakerativitas-dan-inovasi.html
http://romynited.blogspot.com/2013/04/budaya-kreativitas-dan-inovasi.html
http://cindy-ts.blogspot.com/2013/06/tipologi-budaya-organisasi.html
http://duniatugasasri.wordpress.com/2013/06/11/fungsi-budaya-organisasi/
http://www.lintasberita.web.id/pengertian-budaya-menurut-para-ahli

Kamis, 28 November 2013

Peranan Komunikasi dalam Organisasi



“Berkomunikasilah pada anggota kelompokmu”. Mungkin kata-kata ini yang sering kita dengar pada saat kita berada pada suatu kelompok/organisasi. Mengacu pada kalimat diatas maka komunikasi adalah salah satu topik yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini.

Berbicara soal komunikasi pasti kita pernah ataupun sering mendengar kata ini. Sebenarnya kita telah melakukan kegiatan komunikasi setiap hari dimanapun dan kapanpun, karena kodrat sejati manusia adalah makhluk sosial maka mau tidak mau mereka pun harus melakukan komunikasi. Tempat berkomunikasi mungkin bermacam-macam, tapi pada pembahasan kali ini kita akan lebih mempersempit ruang komunikasi yaitu peranan komunikasi dalam organisasi.

Sebelum kita menuju ke topik utama yaitu peranan komunikasi dalam organisasi, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu arti dari komunikasi dan organisasi. Komunikasi adalah suatu penyampaian informasi baik itu berupa ide, saran, pesan maupun ungkapan perasaan. Komunikasi secara lisan adalah yang sering dipakai oleh kita dalam menyampaikan informasi atau disebut komunikasi verbal. Kebalikan dari komunikasi verbal adalah non verbal yaitu komunikasi menggunakan isyarat atau semacamnya.

Sedangkan pengertian organisasi sudah saya jelaskan dipostingan saya yang sebelumnya yang berjudul “Pengalaman Berorganisasi”. Organisasi tanpa adanya sebuah komunikasi akan terasa aneh , karena satu-satunya keberhasilan sebuah organisasi adalah proses komunikasi yang baik antar sesama elemen. Peranan komunikasi dalam komunikasi sebenarnya ada banyak tapi saya hanya akan menuliskan beberapa yang saya tahu.

Peran komunikasi dalam organisasi :
1. Menghindarkan kesalahpahaman antara pimpinan kepada anggota maupun anggota kepada anggota.
2.    Menyampaikan ide/masukan untuk mencapai suksesnya sebuah organisasi.
3.    Dapat mengakrabkan diri antara masing-masing elemen yang ada diorganisasi.
4.    Memecahkan masalah untuk menghindari terpecahnya sebuah organisasi.
5.    Dapat membantu pekerjaan anggota satu sama lain.

Jadi, kesimpulan yang dapat kita ambil dalam pembahasan kali ini adalah komunikasi
berperan sangat vital dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam organisasi, karena setiap pekerjaan yang kita lakukan dalam organisasi harus dikomunikasikan terlebih dahulu kepada anggota lainnya agar tidak terpecah belah antar sesama anggota.



Sumber materi   : wikipedia
Sumber gambar : google

Sabtu, 26 Oktober 2013

Pengalaman Berorganisasi



            Selamat pagi, siang serta malam pada para pembaca blog sekalian, semoga kalian semua diberikan kesehatan selalu. Tak terasa sudah beberapa bulan semenjak saya berhenti menulis di blog ini pada semester 2, akhirnya kini saya memulai kembali penulisan di blog ini. Nah pada kesempatan kali ini saya akan berbagi pengalaman berorganisasi dalam kehidupan saya.
            Sebelum saya membagikan pengalaman saya dalam berorganisasi, alangkah baiknya kita harus mengerti dulu apa arti sesungguhnya dari Organisasi. Menurut saya Organisasi adalah suatu perkumpulan/sekelompok orang yang memiliki visi dan misi dalam mencapai suatu tujuan tertentu. Jadi bisa diartikan organisasi tidak akan terbentuk hanya dengan seorang diri, ini membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak dengan tujuan yang sama. Seperti yang kita ketahui sistem organisasi sangat cocok dengan karakter orang-orang di dunia yaitu makhluk sosial.
            Pengalaman saya dalam berorganisasi berawal dari masa-masa SMP, sebenarnya ketika saya pertama kali masuk sekolah sebagai siswa SMP saya sudah memilih kegiatan KIR (Karya Ilmiah Remaja). Setelah saya jalani kegiatan tersebut saya lama-lama bosan/jenuh, mungkin itu disebabkan karena saya tidak punya visi dan misi yang sama dengan anggota lain. Oleh sebab itu saya sempat berhenti dari kegiatan KIR, dalam masa-masa itu saya sering menghabiskan waktu dengan 2 teman karib saya yang kalau dilihat perawakan mereka agak alim dan memang bener mereka juga gemar beribadah. Hal inilah yang menuntun saya untuk berteman pada mereka karena saya merasa hati saya damai jika bersama mereka.
            Ada yang aneh dengan SMP saya, semua kegiatan ekstrakurikuler ada disana tetapi ada yang tidak ada yaitu ROHIS. Saya tidak tahu kenapa, mungkin itu karena belum adanya masjid disekolah saya. Kebetulan sangat tidak terduga pada saat itu sedang diadakan pembangunan mesjid yang hampir jadi, pada saat saya kelas 2 pembangunan mesjid sudah selesai. Saat itulah kami bertiga sering menghabiskan waktu dimesjid, ketika kami sedang bersantai dimesjid ada petugas TU yang memang alim dan melihat kita bertiga. Petugas itu menyarankan kita untuk membentuk ROHIS, kami pun menyetujuinya ya mungkin karena kita bertiga satu visi dan misi untuk menghidupkan kegiatan rohani disekitar sekolah.
            Ekstrakurikuler kita pun disetujui oleh sekolah dan akhirnya mulai berjalan, kita memulai dengan pengajian rutin sehabis pulang sekolah. Saat perkenalan ekstrakurikuler sekolah pada adik-adik kelas saya, kami mencoba menggaet sisawa baru yang memiliki visi & misi yang sama dengan kita. Akhirnya terpilihlah beberapa siswa untuk bergabung, kita berpikiran untuk membentuk sebuah tim marawis untuk mengisi acara-acara sekolah. Kegiatan kita selain marawis & pengajian juga diadakan adzan bergiliran setiap masuk waktu sholat dan juga kegiatan bersih-bersih mesjid seminggu sekali secara bergantian. Berselang 1 tahun anggota kami pun semakin banyak dan makin banyak pula kegiatan kerohanian yang kita jalankan. ROHIS menjadikan saya mengerti apa itu organisasi, bagaimana kita berkomitmen terhadap sesuatu serta membuat kita bekerja sama dalam suatu kelompok. Saya bangga telah menjadi pelopor ROHIS di SMP saya dan saya tidak akan pernah melupakan teman-teman saya di ROHIS.
            Kesimpulan yang bisa saya ambil, organisasi dapat membuat kita berkomitmen, kerja sama, saling pengertian dan mengerti akan arti persahabatan. Jadi, berorganisasi sangat dianjurkan selama kegiatan tersebut masih normal & tidak menyimpang dari norma-norma yang ada.


Sumber gambar : Google