Sabtu, 29 Maret 2014

Ruang Lingkup Ekonomi

             

        Pada kesempatan kali ini saya akan membahas segala sesuatu tentang ruang lingkup ekonomi, mulai dari definisi, metodologi ekonomi, masalah pokok & sistem perekonomian. “Ekonomi” dan “Perekonomian” kata-kata ini mungkin tidak asing bagi para pembaca, baik itu secara lisan atau non-lisan. Ya, kata-kata itu tidak asing bagi kita karena dalam setiap siklus kehidupan tanpa kita sadari selalu berhubungan erat dengan ekonomi, tapi pernahkah anda berpikir apa arti / makna sesungguhnya dari ekonomi itu?. Sebenarnya arti ekonomi sudah kita pelajari semenjak kita duduk dibangku SMA, nah tujuan saya untuk menjelaskan / mereview kembali tentang ekonomi.
          
       Menurut pemikiran saya definisi ekonomi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang transaksi jual beli terhadap barang / jasa baik itu dalam tahap produksi, distribusi maupun konsumsi. Selain definisi Ekonomi, ruang lingkup selanjutnya dari ekonomi akan kita bahas seperti berikut.

a.)   Metodelogi Ekonomi
      Ekonomi itu ilmu yang mengkombinasikan antara ilmu matematika, statistik, dan
      teori ekonomi. Metode kuantitatif yaitu menggunakan uang sebagai
      alat tukar dalam masyarakat atau adanya suatu pergerakan atau pergerakan uang.

b.)  Masalah Pokok Ekonomi
      Pokok permasalahan yang ada diekonomi ada tiga, yaitu: produksi, konsumsi dan distribusi.
·    Produksi, menyangkut masalah usaha atau kegiatan mencipta atau menambah
      kegunaan suatu benda.
·     Konsumsi, menyangkut kegiatan menghabiskan atau mengurangi kegunaan suatu
     benda.
·     Distribusi, menyangkut kegiatan menyalurkan barang dari produsen kepada
     konsumen.

             c.)   Ada 4 sistem pereknomian yang ada di dunia yaitu :
1.    Sistem Ekonomi Tradisional
Dalam sistem ekonomi tradisional, tugas pemerintah hanya terbatas memberikan perlindungan dalam bentuk pertahanan, dan menjaga ketertiban umum. Dengan kata lain kegiatan ekonomi yaitu masalah apa dan berapa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi semuanya diatur oleh masyarakat. Pada umumnya, sistem perekonomian ini berlaku pada negara-negara yang belum maju, dan mulai ditinggalkan.

2.    Sistem Ekonomi Terpusat
Pada sistem ekonomi ini, pemerintah bertindak sangat aktif, segala kebutuhan hidup termasuk keamanan dan pertahanan direncanakan oleh pemerintah secara terpusat. Pada umumnya sistem ekonomi terpusat ini diterapkan pada negara-negara yang menganut paham komunis. Namun karena kurang sesuai dengan aspirasi rakyat, akhir-akhir ini sudah ditinggalkan.

3.    Sistem Ekonomi Pasar
Siapa saja bebas memproduksi barang dan jasa, sehingga mendorong masyarakat untuk bekerja lebih giat dan efisien. Dengan demikian bagi produsen memungkinkan memperoleh laba sebesar-besarnya. Jika barang atau jasa dapat dipasarkan, pada akhirnya produsen akan menyesuaikan dengan keinginan dan daya beli konsumen. Salah satu ciri sistem ekonomi pasar adalah berlakunya persaingan secara bebas.

4.    Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran pada umumnya ditetapkan pada negara-negara berkembang. Dalam sistem ini sektor swasta dan pemerintah sama-sama diakui. Sistem ekonomi campuran ini dasarnya merupakan perpaduan antara sistem ekonomi terpusat dengan sistem ekonomi pasar.

Apa Sistem Perekonomian Indonesia?
Sistem perekenomian yang diterapkan di Indonesia adalah Sistem Ekonomi Pancasila atau dikenal juga dengan Sistem Demokrasi Ekonomi. Demokrasi Ekonomi berarti bahwa kegiatan ekonomi dilakukan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pengawasan pemerintah hasil pemilihan rakyat. Salah satu ciri positif demokrasi ekonomi adalah potensi, inisiatif, daya kreasi setiap warga negara dikembangkan dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum. Adapun ciri negatif yang harus dihindari dalam sistem perekonomian kita karena bersifat kontradiktif dngan nilai-nilai dan kepribadian bangsa Indonesia adalah sebagai berikut :

1.    Sistem ”Free Fight Liberalism”, yang menumbuhkan eksploitasi manusia dan bangsa lain
2.    Sistem “Etatisme”, negara sagat dominan serta mematikan potensi dan daya kresi unit-unit ekonomi di luar sektor negara
3.  Pemusatan kekuatan ekonomi pada suatu keompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.

Dasar Hukum Sistem Perekonomian Indonesia?
Indonesia menganut sistem ekonomi Pancasila. Ini berarti bahwa sistem perekonomian di Indonesia harus mengacu serta berdasarkan pada kelima sila dalam Pancasila. Sehingga secara normatif landasaan idiil sistem perekonomian di Indonesia adalah Pancasila dan UUD 1945. Jadi sistem perekonomian di Indonesia harus berorientasi pada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan, serta Keadilan Sosial. Hal terpenting yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan sistem perekonomian di Indonesia adalah KEADILAN yang merupakan titik tolak, proses, serta sekaligus sebagai tujuan dari pelaksanaan ekonomi di Indonesia.
Landasan perekonomian Indonesia adalah pasal 33 Ayat 1, 2, 3, dan 4 UUD 1945 hasil Amendemen, yang berbunyi sebagai berikut :

a.)    Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan;
b.)  Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak
       dikuasai oleh negara;
c.)   Bumi, air, dan kekayaan ala yang terkandung si dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan
       untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
d.)  Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip
      kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta
      dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.


Sejarah Perekonomian Indonesia?
Sejarah perekonomian Indonesia di bagi menjadi tiga (3) orde, yaitu :
1.    Ekonomi Orde Lama (sebelum 1966)
Setelah kemerdekaan 1945, keadaan ekonomi Indonesia sangat buruk sekali, ekonomi nasional mengalami stagplasi akibat pendapatan penduduk Jepang, perang dunia ke II, perang revolusi dan akibat manajemen ekonomi makro yang sangat jelek. Tahun 1945-1956 Indonesia menerapkan sistem politik demokrasi liberal, kekuasaan ada di tangan sejumlah partai politik dan sering terjadi konflik yang menyebabkan kehancuran perekonomian nasional. Setelah terjadi transisi politik ke sistem ekonomi atau demokrasi terpimpin (1957-1965), dimana kekuasaan militer dan presiden sangat besar. Sistem politik dan ekonomi semakin dekat dengan haluan dan pemikiran sosialis/komunis.
Keadaan ekonomi Indonesia terutama setelah dilakukan nasionalisasi terhadap perusahaan-perusahaan asing menjadi lebih buruk dibandingkan keadaan ekonomi semasa penjajahan Belanda. Keadaan ini membuat Indonesia semakin sulit mendapatkan dana dari negara-negara barat, baik dalam bentuk pinjaman maupun PMA. Dan untuk membiayai rekonstruksi ekonomi dan pembangunan Indonesia sangat membutuhkan dana yang cukup besar. Pada September 1965 terjadi kudeta G 30S PKI, yang meyebabkan terjadi perubahan politik yang sangat besar juga mengubah sistem ekonomi yang dianut Indonesia dari sosialis ke semi kapitalis yang mengakibatkan kesenjangan ekonomi semakin besar.

      2.    Ekonomi Orde Baru (1966-1998)
Pada maret 1966 Indonesia memasuki pemerintahan orde baru dan perhatian lebih ditujukan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan ekonomi dan sosial, dan juga pertumbuhan ekonomi yang berdasarkan system ekonomi terbuka sehingga dengan hasil yang baik membuat kepercayaan pihak barat terhadap prospek ekonomi Indonesia. Sebelum rencana pembangunan melalui Repelita dimulai, terlebih dahulu dilakukan pemulihan stabilitas ekonomi, social, dan politik serta rehabilitasi ekonomi di dalam negeri. Selain itu, pemerintah juga menyusun Repelita secara bertahap dengan target yang jelas, IGGI juga membantu membiayai pembangunan ekonomi Indonesia.
Dampak Repelita terhadap perekonomian Indonesia cukup mengagumkan, terutama pada tingkat makro, pembangunan berjalan sangat cepat dengan laju pertumbuhan rata-rata pertahun yang relative tinggi. Keberhasilan pembangunan ekonomi di Indonesia pada dekade 1970-an disebabkan oleh kemampuan kabinet yang dipimpin presiden dalam menyusun rencana, strategi dan kebijakan ekonomi, tetapi juga berkat penghasilan ekspor yang sangat besar dari minyak tahun 1973 atau 1974, juga pinjaman luar negeri dan peranan PMA terhadap proses pembangunan ekonomi Indonesia semakin besar. Akibat peningkatan pendapatan masyarakat, perubahan teknologi dan kebijakan Industrialisasi sejak 1980-an, ekonomi Indonesia mengalami perubahan struktur dari Negara agrarsi ke Negara semi industri.

      3.   Ekonomi Orde Referensi (1998 sampai sekarang)
·         Pemerintahan BJ Habibie (1998)
Sejak juli 1997 rupiah mulai tidak stabil dan mulai menggoncang perekonomian nasional. Pada oktober 1997 Indonesia meminta bantuan keuangan IMF, nilai tukar rupiah terus melemah dari awalnya Rp. 2.500 per dollar AS sampai mencapai Rp. 15.000 per dollar AS, hal ini menyebabkan terjadinya krisis ekonomi di Indonesia yang akhirnya juga memunculkan krisis politik ditandai dengan turunnya presiden Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998 digantikan oleh wakilnya BJ Habibie.
·         Pemerintahan Abdurrahman Wahid / Gusdur (1999)
Ketidakstabilan politik dan sosial yan tidak kunjung surut selama pemerintahan Gusdur menaikkan tingkat country risk Indonesia. Hal ini ditambah semakin buruknya hubungan antara pemerintah Indonesia dengan IMF, membuat pelaku-pelaku bisnis termasuk investor asing enggan melakukan kegiatan bisnis atau menanam modalnya di Indonesia. Akibatnya perekonomian nasional pada masa Gusdur tahun 2001 cenderung lebih buruk daripada pemerintahan Habibie bahkan bias membawa Indonesia ke krisis kedua yang dampaknya terhadap ekonomi, sosial dan politik akan jauh lebih besar daripada krisis tahun 1997.
·         Pemerintahan Megawati (2001)
Kabinet Gotong Royong pimpinan Megawati menghadapi keterpurukan kondisi ekonomi yang ditinggal Gusdur seperti tingkat suku bunga, inflasi saldo neraca pembayaran dan deficit APBN. Di masa ini direalisasikan berdirinya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), tetapi belum ada gebrakan konkrit dalam pemberantasan korupsi. Padahal keberadaan korupsi membuat banyak investor berpikir dua kali untuk menanamkan modal di Indonesia, dan mengganggu jalannya pembangunan nasional. Pada pemerintahan Megawati mulai tahun 2002 dan di tahun 2003 kondisi makro ekonomi semakin membaik yakni inflasi, tingkat suku bunga turun, kurs rupiah stabil, stabilitas politik tercipta dan roda perekonomian dapat roda perekonomian dapat bergerak kembali.
·         Pemerintahan SBY 2004 sampai sekarang
Kebijakan presiden SBY adalah mengurangi subsidi BBM, atau dengan kata lain menaikkan harga BBM. Kebijakan ini dilatar belakangi oleh naiknya harga minyak dunia. Anggaran subsidi BBM dialihkan ke subsidi sektor pendidikan dan kesehatan, serta bidang-bidang yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan lain yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat miskin, PNPM Mandiri dan Jamkesmas. Bank Indonesia menetapkan empat kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini, yakni BI rate, nilai tukar, operasi moneter dan kebijakan makroprudensial untuk pengelolaan likuiditas, serta makroprudensial lalu lintas modal.


Sumber materi :
http://carapedia.com/sistem_perekonomian_indonesia_info206.html
http://herildagultom.blogspot.com/2011/03/sejarah-sistem-ekonomi-indonesia.html
http://www.pengertianahli.com/2013/08/pengertian-ekonomi-menurut-para-ahli.html
http://fajar-dwidiw.blogspot.com/2013/04/pengertian-ekonomi.html
http://arhieword.wordpress.com/2012/02/06/sistem-perekonomian-indonesia-makalah/
http://oziekonomi.wordpress.com/materi/materi-kelas-x/masalah-pokok-ekonomi

Sumber gambar :
Google

Jumat, 24 Januari 2014

Pengertian Budaya, Fungsi Budaya Organisasi & Tipologi Budaya Organisasi

Nama Anggota :
Agus Sulaiman                         10112400
Aris Supriyadi                          11112150
Aditya Harisakti                      10112232
Handoko Ari Prabowo           13112283       
Ganjar Sayogo Utomo            13112095       
Adhbi Kasyugi Prayogo           10112155                   


Pengertian Budaya

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, budaya diartikan sebagai pikiran, akal budi atau adat-istiadat. Secara tata bahasa, pengertian kebudayaan diturunkan dari kata budaya yang cenderung menunjuk pada pola pikir manusia. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Terdapat juga pengertian budaya juga menurut para ahli :
  1. Budaya Menurut Koentjaraningrat, Budaya adalah suatu sistem gagasan dan rasa, tindakan serta karya yang dihasilkanmanusia dalam kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan miliknya dengan belajar.
  2. Budaya Menurut E.B. Taylor, Budaya adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, kesusilaan, hukum, adat istiadat, serta kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang dipelajari manusia sebagai anggota masyarakat.
  3. Budaya Menurut Linton, Budaya adalah keseluruhan dari pengetahuan, sikap dan pola perilaku yang merupakan kebiasaan yang dimiliki dan diwariskan oleh anggota suatu masyarakat tertentu.
  4. Budaya Menurut Kluckhohn dan Kelly, Budaya adalah Semua rancangan hidup yang tercipta secara historis, baik yang eksplisit maupun implisit, rasional, irasional, yang ada pada suatu waktu, sebagai pedoman yang potensial untuk perilaku manusia.


Pengertian Budaya Organisasi

Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi. Adapun pengertian Budaya Organisasi menurut beberapa ahli, yaitu :
  • Menurut Wood, Wallace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, Osborn (2001:391), budaya organisasi adalah sistem yang dipercayai dan nilai yang dikembangkan oleh organisasi dimana hal itu menuntun perilaku dari anggota organisasi itu sendiri.
  • Menurut Tosi, Rizzo, Carroll seperti yang dikutip oleh Munandar (2001:263), budaya organisasi adalah cara-cara berpikir, berperasaan dan bereaksi berdasarkan pola-pola tertentu yang ada dalam organisasi atau yang ada pada bagian-bagian organisasi
  •  Menurut Robbins (1996:289), budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi itu.


Fungsi Budaya Organisasi

Budaya organisasi memiliki fungsi yang sangat penting. Fungsi budaya organisasi adalah sebagai tapal batas tingkah laku individu yang ada didalamnya.
Menurut Robbins (1996 : 294), fungsi budaya organisasi sebagai berikut :
  1. Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain.
  2. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.
  3. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang.
  4. Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan.
  5. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan.

Menurut Ndraha (1997 : 21) ada beberapa fungsi budaya, yaitu :
  1. Sebagai identitas dan citra suatu masyarakat
  2. Sebagai pengikat suatu masyarakat
  3. Sebagai sumber
  4. Sebagai kekuatan penggerak
  5. Sebagai kemampuan untuk membentuk nilai tambah
  6. Sebagai pola perilaku
  7. Sebagai warisan
  8. Sebagai pengganti formalisasi
  9. Sebagai mekanisme adaptasi terhadap perubahan
  10. Sebagai proses yang menjadikan bangsa kongruen dengan negara sehingga terbentuk nation – state


Tipologi Budaya Organisasi

Pengertian Tipologi merupakan suatu pengelompokan bahasa berdasarkan ciri khas tata kata dan tata kalimatnya (Mallinson dan Blake,1981:1-3). Tipologi budaya organisasi bertujuan untuk menunjukkan aneka budaya organisasi yang mungkin ada di realitas. Tipologi budaya organisasi dapat diturunkan dari tipologi organisasi misalnya dengan membagi tipe organisasi dengan membuat tabulasi silang antara jenis kekuasaan dengan jenis keterlibatan individu di dalam organisasi.

Jenis kekuasaan dan keterlibatan individu dalam organisasi dibagi menjadi :
  • Organisasi Koersif, adalah organisasi di mana para anggota organisasi harus mematuhi apapun peraturan yang diberlakukan.
  • Organisasi Utilitarian, adalah organisasi di mana para anggota diperlakukan secara adil dalam pekerjaan dan hasil sesuai dengan standart atau ketentuan yang yang disepakati bersama oleh anggota organisasi
  • Organisasi Normatif, adalah organisasi di mana para anggota organisasinya memberikan kontribusi tinggi pada komitmen karena menganggap organisasi adalah sama dengan tujuan diri mereka sendiri.


Menurut Sonnenfeld dari Universitas Emory (Robbins, 1996 :290-291), ada empat tipe
budaya organisasi :
  1. Akademi, Perusahaan suka merekrut para lulusan muda universitas, memberi mereka pelatihan istimewa, dan kemudian mengoperasikan mereka dalam suatu fungsi yang khusus. Perusahaan lebih menyukai karyawan yang lebih cermat, teliti, dan mendetail dalam menghadapi dan memecahkan suatu masalah.
  2. KelabPerusahaan lebih condong ke arah orientasi orang dan orientasi tim dimana perusahaan memberi nilai tinggi pada karyawan yang dapat menyesuaikan diri dalam sistem organisasi. Perusahaan juga menyukai karyawan yang setia dan mempunyai komitmen yang tinggi serta mengutamakan kerja sama tim.
  3. Tim Bisbol, Perusahaan berorientasi bagi para pengambil resiko dan inovator, perusahaan juga berorientasi pada hasil yang dicapai oleh karyawan, perusahaan juga lebih menyukai karyawan yang agresif. Perusahaan cenderung untuk mencari orang-orang berbakat dari segala usia dan pengalaman, perusahaan juga menawarkan insentif finansial yang sangat besar dan kebebasan besar bagi mereka yang sangat berprestasi.
  4. Benteng, Perusahaan condong untuk mempertahankan budaya yang sudah baik. Menurut Sonnenfield banyak perusahaan tidak dapat dengan rapi dikategorikan dalam salah satu dari empat kategori karena merek memiliki suatu paduan budaya atau karena perusahaan berada dalam masa peralihan.




Sumber Materi :
http://www.sarjanaku.com/2012/07/pengertian-budaya-organisasi-definisi.html
http://restatimur.blogspot.com/2013/04/budayakerativitas-dan-inovasi.html
http://romynited.blogspot.com/2013/04/budaya-kreativitas-dan-inovasi.html
http://cindy-ts.blogspot.com/2013/06/tipologi-budaya-organisasi.html
http://duniatugasasri.wordpress.com/2013/06/11/fungsi-budaya-organisasi/
http://www.lintasberita.web.id/pengertian-budaya-menurut-para-ahli

Kamis, 28 November 2013

Peranan Komunikasi dalam Organisasi



“Berkomunikasilah pada anggota kelompokmu”. Mungkin kata-kata ini yang sering kita dengar pada saat kita berada pada suatu kelompok/organisasi. Mengacu pada kalimat diatas maka komunikasi adalah salah satu topik yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini.

Berbicara soal komunikasi pasti kita pernah ataupun sering mendengar kata ini. Sebenarnya kita telah melakukan kegiatan komunikasi setiap hari dimanapun dan kapanpun, karena kodrat sejati manusia adalah makhluk sosial maka mau tidak mau mereka pun harus melakukan komunikasi. Tempat berkomunikasi mungkin bermacam-macam, tapi pada pembahasan kali ini kita akan lebih mempersempit ruang komunikasi yaitu peranan komunikasi dalam organisasi.

Sebelum kita menuju ke topik utama yaitu peranan komunikasi dalam organisasi, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu arti dari komunikasi dan organisasi. Komunikasi adalah suatu penyampaian informasi baik itu berupa ide, saran, pesan maupun ungkapan perasaan. Komunikasi secara lisan adalah yang sering dipakai oleh kita dalam menyampaikan informasi atau disebut komunikasi verbal. Kebalikan dari komunikasi verbal adalah non verbal yaitu komunikasi menggunakan isyarat atau semacamnya.

Sedangkan pengertian organisasi sudah saya jelaskan dipostingan saya yang sebelumnya yang berjudul “Pengalaman Berorganisasi”. Organisasi tanpa adanya sebuah komunikasi akan terasa aneh , karena satu-satunya keberhasilan sebuah organisasi adalah proses komunikasi yang baik antar sesama elemen. Peranan komunikasi dalam komunikasi sebenarnya ada banyak tapi saya hanya akan menuliskan beberapa yang saya tahu.

Peran komunikasi dalam organisasi :
1. Menghindarkan kesalahpahaman antara pimpinan kepada anggota maupun anggota kepada anggota.
2.    Menyampaikan ide/masukan untuk mencapai suksesnya sebuah organisasi.
3.    Dapat mengakrabkan diri antara masing-masing elemen yang ada diorganisasi.
4.    Memecahkan masalah untuk menghindari terpecahnya sebuah organisasi.
5.    Dapat membantu pekerjaan anggota satu sama lain.

Jadi, kesimpulan yang dapat kita ambil dalam pembahasan kali ini adalah komunikasi
berperan sangat vital dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam organisasi, karena setiap pekerjaan yang kita lakukan dalam organisasi harus dikomunikasikan terlebih dahulu kepada anggota lainnya agar tidak terpecah belah antar sesama anggota.



Sumber materi   : wikipedia
Sumber gambar : google

Sabtu, 26 Oktober 2013

Pengalaman Berorganisasi



            Selamat pagi, siang serta malam pada para pembaca blog sekalian, semoga kalian semua diberikan kesehatan selalu. Tak terasa sudah beberapa bulan semenjak saya berhenti menulis di blog ini pada semester 2, akhirnya kini saya memulai kembali penulisan di blog ini. Nah pada kesempatan kali ini saya akan berbagi pengalaman berorganisasi dalam kehidupan saya.
            Sebelum saya membagikan pengalaman saya dalam berorganisasi, alangkah baiknya kita harus mengerti dulu apa arti sesungguhnya dari Organisasi. Menurut saya Organisasi adalah suatu perkumpulan/sekelompok orang yang memiliki visi dan misi dalam mencapai suatu tujuan tertentu. Jadi bisa diartikan organisasi tidak akan terbentuk hanya dengan seorang diri, ini membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak dengan tujuan yang sama. Seperti yang kita ketahui sistem organisasi sangat cocok dengan karakter orang-orang di dunia yaitu makhluk sosial.
            Pengalaman saya dalam berorganisasi berawal dari masa-masa SMP, sebenarnya ketika saya pertama kali masuk sekolah sebagai siswa SMP saya sudah memilih kegiatan KIR (Karya Ilmiah Remaja). Setelah saya jalani kegiatan tersebut saya lama-lama bosan/jenuh, mungkin itu disebabkan karena saya tidak punya visi dan misi yang sama dengan anggota lain. Oleh sebab itu saya sempat berhenti dari kegiatan KIR, dalam masa-masa itu saya sering menghabiskan waktu dengan 2 teman karib saya yang kalau dilihat perawakan mereka agak alim dan memang bener mereka juga gemar beribadah. Hal inilah yang menuntun saya untuk berteman pada mereka karena saya merasa hati saya damai jika bersama mereka.
            Ada yang aneh dengan SMP saya, semua kegiatan ekstrakurikuler ada disana tetapi ada yang tidak ada yaitu ROHIS. Saya tidak tahu kenapa, mungkin itu karena belum adanya masjid disekolah saya. Kebetulan sangat tidak terduga pada saat itu sedang diadakan pembangunan mesjid yang hampir jadi, pada saat saya kelas 2 pembangunan mesjid sudah selesai. Saat itulah kami bertiga sering menghabiskan waktu dimesjid, ketika kami sedang bersantai dimesjid ada petugas TU yang memang alim dan melihat kita bertiga. Petugas itu menyarankan kita untuk membentuk ROHIS, kami pun menyetujuinya ya mungkin karena kita bertiga satu visi dan misi untuk menghidupkan kegiatan rohani disekitar sekolah.
            Ekstrakurikuler kita pun disetujui oleh sekolah dan akhirnya mulai berjalan, kita memulai dengan pengajian rutin sehabis pulang sekolah. Saat perkenalan ekstrakurikuler sekolah pada adik-adik kelas saya, kami mencoba menggaet sisawa baru yang memiliki visi & misi yang sama dengan kita. Akhirnya terpilihlah beberapa siswa untuk bergabung, kita berpikiran untuk membentuk sebuah tim marawis untuk mengisi acara-acara sekolah. Kegiatan kita selain marawis & pengajian juga diadakan adzan bergiliran setiap masuk waktu sholat dan juga kegiatan bersih-bersih mesjid seminggu sekali secara bergantian. Berselang 1 tahun anggota kami pun semakin banyak dan makin banyak pula kegiatan kerohanian yang kita jalankan. ROHIS menjadikan saya mengerti apa itu organisasi, bagaimana kita berkomitmen terhadap sesuatu serta membuat kita bekerja sama dalam suatu kelompok. Saya bangga telah menjadi pelopor ROHIS di SMP saya dan saya tidak akan pernah melupakan teman-teman saya di ROHIS.
            Kesimpulan yang bisa saya ambil, organisasi dapat membuat kita berkomitmen, kerja sama, saling pengertian dan mengerti akan arti persahabatan. Jadi, berorganisasi sangat dianjurkan selama kegiatan tersebut masih normal & tidak menyimpang dari norma-norma yang ada.


Sumber gambar : Google

Jumat, 21 Juni 2013

Manusia dan Penderitaan


           “Kau yang belum merasakan sakit tidak akan tahu rasanya penderitaan” itulah sepintas kalimat yang saya baca dari komik ternama, saya mulai berpikir apa sebenarnya penderitaan tersebut dan bagaimana cara mengatasinya. Nah, pada kesempatan inilah saya akan membahas tentang manusia dan penderitaan.

            Penderitaan adalah suatu kondisi yang telah ditetapkan oleh-Nya, dimana makhluk ciptaan-Nya merasa sakit, tertekan dsb. Manusia tidak dapat terlepas dari suatu penderitaan, hal ini tidak dapat dihindari. Penderitaan dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari kita, seperti anak jalanan yang masih banyak berkeliaran dijalan, orang yang kurang mampu yang tidak bisa berobat, gelandangan yang tinggal dikolong jembatan dan masih banyak lagi.

            Penderitaan seperti kasus diatas dapat kita atasi dengan bersama-sama mengulurkan bantuan materi dan non materi. Ini sebenarnya sudah dilaksanakan oleh pemerintah hanya saja pelaksanaannya yang sangat tidak baik, seperti pembongkaran paksa rumah-rumah gelandangan serta proses pengobatan yang berbelit-belit. Alangkah baiknya pemerintah melaksanakannya dengan berbicara dari hati ke hati kepada anak jalanan, orang yang kurang mampu dan para gelandangan agar tercapai mufakat dalam mengatasi masalah tersebut.


          Kesimpulannya adalah bahwa untuk menyelesaikan suatu penderitaan tidak selalu harus dengan cara kekerasan, cara tersebut hanya akan menambah penderitaan baru. Oleh sebab itu cara yang paling ampuh adalah dengan mengerti satu sama lain dan saling percaya.


Sumber materi : hasil pemikiran diri saya sendiri
Sumber gambar : google

Rabu, 19 Juni 2013

Manusia dan Keadilan


           Akhir-akhir ini banyak sekali orang yang membicarakan tentang keadilan, baik itu keadilan di lingkungan rumah, sekolah, kantor, pemerintahan maupun dunia. Nah pada kesempatan inilah saya akan sedikit mengulas tentang manusia dan keadilan. Sebelum kita masuk ke inti pembahasan, alangkah baiknya kita mengetahui apa itu keadilan?

            Keadilan adalah suatu kondisi dimana tidak ada keberpihakan terhadap suatu pihak, baik itu hak, kewajiban dll. Setiap manusia pasti ingin mendapatkan keadilan dalam segala aktivitas kehidupannya, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa manusia bukanlah makhluk yang sempurna dan satu-satunya yang paling adil adalah Allah SWT.

            Hal ini terbukti pada persoalan hukum, terutama di Indonesia yang mana seorang nenek yang sedang memungut potongan kayu bakar yang tergeletak ditanah milik tetangganya. Pengadilan pun memutuskan hukuman penjara seumur hidup, sedangkan para koruptor yang telah mengambil harta warga negara hanya dijatuhi hukuman minimal 15 tahun penjara. Lalu tidak meratanya subsidi BBM pada rakyat yang tidak mampu, seharusnya pemerintah adil dalam pembagian jatah subsidi BBM dengan tidak membiarkan para orang yang mampu membeli bensin premium.


           Sebetulnya masih banyak kejadian yang memperlihatkan betapa lemahnya kita sebagai manusia dalam melaksanakan keadilan, tetapi dari 2 kasus tersebut dapat kita simpulkan seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa keadilan sejati hanya milik Allah SWT. dan tidak ada yang dapat menandinginya.


Sumber materi:  hasil pemikiran diri saya sendiri
sumber gambar : google

Manusia dan Cinta Kasih


            Galau, galau dan galau begitulah siklus kehidupan yang akhir-akhir ini kita rasakan pada setiap ABG. Ya, memang wajar remaja saat ini selalu merasa galau dan semacamnya tetapi ini juga merupakan suatu proses suatu remaja dalam menemukan jati dirinya. Salah satu penyebab yang membuat setiap manusia galau yaitu CINTA KASIH. Nah, untuk itulah saya saat ini akan sedikit mengulik tentang apa itu cinta kasih?
            
         Cinta adalah suatu emosi/perasaan saling suka akan suatu hal. Sedangkan Kasih tidak jauh berbeda dengan cinta yaitu suatu emosi/perasaan sayang. Setiap makhluk ciptaan-Nya pastilah tertanam rasa cinta kasih pada diri manusia, entah itu cinta pada Tuhan, keluarga, sahabat maupun kekasih. Cinta kasih terkadang membuat kita memandang segala yang ada dengan pikiran positif dan itulah yang pertama kali kita rasakan. Sebenarnya cinta kasih dibagi menjadi 2 yaitu :

            a.         Habluminallah
                        Habluminallah adalah hubungan cinta kasih kita sebagai manusia
                        kepada Allah SWT. ini merupakan cinta kasih yang pertama kita rasakan, sebab Allah
                        SWT. telah melimpahkan rahmatnya kepada kita sejak ada didalam kandungan.

            b.         Habluminannas
                        Habluminannas adalah hubungan cinta kasih kita terhadap sesama makhluk ciptaan-
                        Nya, baik itu terhadap keluarga, sahabat maupun kekasih.


            Kesimpulannya adalah boleh saja kita merasakan cinta kasih terhadap sesama hingga kita galau, tetapi jangan sampai lupa pada sumber segala cinta kasih yaitu Allah SWT. yang telah menitipkan cinta kasih pada kita dengan mentaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.  


Sumber materi:  hasil pemikiran diri saya sendiri
Sumber gambar:  google