Selasa, 29 April 2014

Teori Produsen


Selamat malam pembaca dimana pun anda berada, kali ini saya akan menulis tugas sofskill tentang Teori Produsen dan segala hal yang berhubungan dengan produsen. Seperti yang sudah saya bahas sebelumnya dalam postingan saya yang sebelumnya yang membahas tentang ruang lingkup ekonomi, teori produsen merupakan pengembangan dari ruang lingkup ekonomi. Tidak usah berlama-lama lagi, sekarang kita akan langsung ke inti permasalahan  

Pengertian produksi

Produksi? Apakah itu? Produksi adalah usaha untuk menciptakan /menambah faedah ekonomi suatu benda dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia.Sedangkan teori produksi adalah teori yang menjelaskan hubungan antara tingkat produksi dengan jumlah faktor-faktor produksi dan hasil penjualan outputnya.

Teori Produsen

Teori perilaku produsen (perusahaan) memiliki banyak analogi dengan teori perilaku konsumen. Misalnya, bila konsumen mengalokasikan dananya untuk konsumsi, produsen mengalokasikan dananya untuk penggunaan faktor produksi atau yang akan diproses menjadi output. Karena itu bila keseimbangan konsumen terjadi pada saat seluruh uangnya habis untuk konsumsi, keseimbangan produsen tercapai pada saat seluruh anggaran habis terpakai untuk membeli faktor produksi. Produsen juga memiliki pengetahuan yang lengkap atas faktor produksi yang dibelinya. Akhirnya, bila konsumen berupaya mencapai kepuasan maksimum, maka produsen berupaya mencapai tingkat produksi maksimum.

1.      Dimensi jangka pendek dan jangka panjang
·     Dimensi jangka pendek (short run) yaitu jangka waktu ketika input variabel dapat disesuaikan, namun input tetap tidak dapat disesuaikan.
·    Dimensi jangka panjang (long run) merupakan satu waktu di mana seluruh input variabel maupun tetap yang digunakan perusahaan dapat diubah.

2.     Model produksi dengan satu faktor produksi variabel
Dalam model produksi satu faktor produksi variabel, barang modal dianggap faktor
produksi tetap. Keputusan produksi ditentukan berdasarkan alokasi efisiensi tenaga kerja. Rumus :   Q      = f (K,L)
Q         =  tingkat output
K         =  barang modal
L          =  tenaga kerja / buruh

            a.     Produksi total, produksi marjinal, dan produksi rata-rata
·  Produksi total (total product) adalah banyaknya produksi yang dihasilkan dari penggunaan
     total faktor produksi.
     Rumus :           TP        = f (K,L)
                             TP        = produksi total
K         = barang modal (yang di anggap konstan)
L          = tenaga kerja/buruh
·   Produksi marjinal (marginal product) adalah tambahan produksi karena penambahan penggunaan satu unit faktor produksi.
·    Produksi rata-rata (average product) adalah rata-rata output yang dihasilkan per unit faktor produksi.
           
           b.    Tiga tahap produksi
·         Tahap I (stage I), sampai pada saat AP maksimum.
Pada tahap I, penambahan tenaga kerja akan meningkatkan produksi total maupun produksi rata-rata.

·         Tahap II (stage II), antara AP maksimum sampai saat MP sama dengan nol. Pada tahap II, karena berlakunya LDR, baik produksi marjinal maupun produksi rata-rata mengalami penurunan. Namun demikian nilai keduanya masih positif. Penambahan tenaga kerja akan tetap menambah produksi total sampai mencapai nilai maksimum (slope kurva TP datar sejajar dengan sumbu horizontal).

·         Tahap III (stage III), saat MP sudah bernilai < nol (negatif).
  
            c.     Perkembangan teknologi
           Bila nilai AP meningkat karena mesinnya semakin modern, belum berarti efisiensi meningkat.
           Studi empiris yang dilakukan dua puluh tahun terakhir ini menunjukkan bahwa ada yang lebih
          penting dari sekedar memodernisasi mesin, yaitu memodernisasi sumber daya manusia (SDM)
          terutama dengan mengubah cara berpikir dan sikap hidup. Dengan memodernisasi SDM
          kemajuan teknologi akan meresap kedalam energi manusia dan mendorong peningkatan
          efisiensi.

3.      Model produksi dengan dua faktor produksi variabel
Dalam studi ekonomi yang lebih lanjut, pembahasan alokasi faktor-faktor produksi (lebih dari dua macam faktor produksi) secara efisien akan menggunakan model ekonometrika. Dalam model produksi dua faktor produksi variabel ini, analisis cukup menggunakan penjelasan grafis dan matematika sederhana.
            a.     Isokuan (Isoquant) kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi penggunaan dua macam
                 faktor produksi variabel secara efisien dengan tingkat teknologi tertentu yang menghasilkan
                 tingkat produksi yang sama.
           Ciri-ciri isokuan :
·         Mempunyai kemiringan negatif
·         Semakin ke kanan kedudukan isokuan menunjukkan semakin tinggi jumlah output
·         Isokuan tidak pernah berpotongan dengan isokuan yang lainnya
·         Isokuan cembung ke titik origin

4.    Perkembangan Teknologi
Kemajuan teknologi memungkinkan peningkatan efisiensi penggunaan faktor produksi. Tingkat produksi yang sama dapat dicapai dengan penggunaan faktor produksi yang lebih sedikit.karena kemajuan teknologi,tingkat produksi 90 unit (Q90 periode pertama) dapat dicapai dengan penggunaan faktor produksi yang lebih sedikit (Q90 periode kedua)

5.    Keseimbangan Produsen
     Keseimbangan produsen terjadi ketika kurva 1 bersinggungan dengan kurva Q. Dititik
     persinggungan itu kombinasi penggunaan kedua faktor produksi akan memberikan hasil output
     yang maksimum.keseimbangan dapat berubah karena perubahan  kemampuan anggaran maupun
    harga faktor produksi.analisis perubahan keseimbangan produsen analogis dengan analisis
    perilaku konsumen.

    Perubahan jumlah faktor produksi yang digunakan merupakan interaksi kekuatan efek
    subtitusi(substitution effect)dan efek skala produksi (output effect) karena itu produsen juga
    mengenal faktor produksi interior,yaitu faktor produksi yang penggunaannya justru menurun bila
    kemampuan  anggaran perusahaan meningkat (kemampuan memproduksi meningkat).

   Dalam mencapai keseimbangannya produsen selalu berdasarkan prinsip efisiensi,yaitu maksimal
   output (output maximalization) atauminimaliz biaya (cost minimalization).prinsip maksimalisasi
  output menyatakan bahwa dengan anggaran yang sudah ditentukan,dicapai out put maksimum
  prinsip minimalisasi biaya menyatakan target output yang sudah ditetapkan harus dicapai dengan
  biaya minimum.

  Keputusan maksimalisasi output atau minimalisasi faktor produksi sangat tegantung pada tujuan
  atau misi yang diemban perusahaan atau lembaga.tetapi lembaga-lembaga yang tidak berorientasi
  laba maksimum (nir laba atau non profit)seperti lembaga-lembaga swadaya masyarakat,
  menggunakan prinsip minimalisasi biaya.

6. Pola Jalur Ekspansi (Expantion Path)
    tujuan perusaahan adalah maksimalisasi laba untuk mencapai tujuan itu dalam jangka pendek maupun jangka panjang perusahaan harus tetap mempertahankan efisiensinya. Biasanya perusahaan menetapkan target yang akan dicapai setiap tahunnya, yang harus dicapai dengan biaya minimum. Dalam jangka panjang perusahaan memiliki tingkat fleksibilitas lebih tinggi dalam mengombinasikan factor produksi titik-titik keseimbangan tercapai pada tingkat MRTS yang konstan dan membentuk garis isokin (isoclin). Jika titik-titik keseimbangan tersebut dihubungkan, akan terbentuk garis isolokin OS. Garis isolokin OS tidak membentuk garis lurus, karena seperti telah dinyatakan, dalam jangka panjang perusahaan memiliki kemampuan mengubah kombinasi faktor produksi agar alokasi anggaran lebih efisien. Untuk fungsi produksi skala hasil konstan atau constant return to scale (CRS) isolokin berbentuk garis lurus OR. Hal ini karena dalam fungsi produksi CRS, rasio actor produksi tidak berubah (konstan).   
                             
Pengertian Biaya Produksi
Biaya Produksi adalah biaya-biaya yang digunakan dalam proses produksi meliputi biaya  bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang jumlahnya lebih besar dibandingkan dengan jenis biaya lain.

Jenis-jenis Biaya Produksi
Biaya produksi membentuk harga pokok produksi yang digunakan untuk menghitung harga pokok produk jadi dan harga pokok produk pada akhir periode akuntansi masih dalam proses. Biaya produksi digolongkan dalam tiga jenis yang juga merupakan elemen-elemen utama dari biaya produksi, meliputi :
1.    Biaya bahan baku (direct material Cost) merupakan bahan secara langsung digunakan dalam produksi untuk mewujudkan suatu macam produk jadi yang siap untuk dipasarkan.
2.    Biaya tenaga kerja langsung (direct labour cost) merupakan biaya-biaya bagi para tenaga kerja langsung ditempatkan dan didayagunakan dalam menangani kegiatan-kegiatan proses produk jadi secara langsung diterjunkan dalam kegiatan produksi menangani segala peralatan produksi dan usaha itu dapat terwujud.
3.    Biaya overhead pabrik (factory overhead cost) umumnya didefinisikan sebagai bahan tidak langsung, tenaga kerja tidak langsung dan biaya pabrik lainnya yang tidak secara mudah didefinisikan atau dibebankan pada suatu pekerjaan. Elemen-elemen dari biaya Overhead Pabrik yaitu :
·         Biaya bahan penolong
·         Biaya tenaga kerja tidak langsung
·         Biaya depresiasi dan amortisasi aktiva tetap
·         Biaya reparasi dan pemeliharaan mesin
·         Biaya listrik dan air pabrik
·         Biaya asuransi pabrik
·         Operasi lain-lain

Cara Menghitung Keuntungan Usaha secara sederhana
1.    Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) / Modal Pokok cara menghitung modal pokok penjualan dapat dijelaskan. Perhitungan modal pokok merupakan hal pertama yang harus dilakukan untuk mengetahui keuntungan usaha selanjutnya.
Contoh:
HPP per porsi mi ayam adalah Rp1.500 . Harga pokok penjualan sebuah burger adalah sebesar Rp1.400 per buah.

2.  Menentukan Harga Jual menentukan harga jual bergantung pada keinginan pemilik dan segmentasi pasarnya.
Contoh:
Kali ini harga jual ditentukan dari harga yang umum di pasaran. Harga pasaran umum mi ayam adalah Rp5.000 dan harga pasaran untuk burger adalah Rp6.000.

3.    Menghitung Keuntungan Kotor adalah hasil keuntungan dari perhitungan penjualan dikurangi modal pokok akan tetapi belum dikurangi biaya operasional.
Keuntungan kotor            = Penjualan per buah/porsi - Modal Pokok
Keuntungan kotor/hari     = Total penjualan/hari/bulan — Total modaI pokok atau per
    Bulan
      Contoh:
      Usaha Burger Keuntungan burger/buah = Rp6.000 – Rp 1.400 = Rp4.600/buah. Bila sehari rata-
      rata dapat menjual 20 buah burger, berapa keuntungan kotor yang diperoleh setiap hari dan
      setiap bulannya?
      Keuntungan burger 20 buah/hari adalah = Rp4.600 x 20 = Rp92.000/hari
      Keuntungan burger rata-rata/bulan adalah = Rp92.000 x 30 = Rp2.760.000

4.    Menghitung Total Biaya Operasional adalah biaya-biaya lain yang dibutuhkan untuk usaha selain bahan baku. Biaya operasional antara lain:
·         Biaya Bahan bakar (gas)
·         Biaya upah tenaga kerja
·         Komisi per buah untuk tenaga keliling (bila ada)
·         Biaya transportasi
·         Biaya rekening listrik (jika ada)
·         Biaya rekening air (bila ada)
·         Biaya kerusakan produk, atau sisa yang tidak terjual.
      Contoh:
      Bila sebulan usaha burger membutuhkan 2 tabung  gas 3 kg dan upah tenaga kerja, biaya ongkos
      belanja Rp10.000 setiap 2 hari dan total perhitungan sisa yang tidak terjual 10 buah setiap
      bulannya. Maka berapa total biaya operasional burger setiap bulannya?
      Perhitungannya adalah:
      2 tabung gas  Rp17.000           = Rp   34.000
      Gaji pembantu                        = Rp 500.000
     Ongkos 10.000 x 15 hari         = Rp 150.000
     Sisa burger 10 x 1.400             = Rp   14.000
     Total biaya operasional/bulan = Rp 698.000

5.    Menghitung Keuntungan Bersih adalah hasil keuntungan yang sudah dikurangi seluruh biaya operasional. Cara perhitungannya adalah:
Keuntungan Bersih = Total Keuntungan Kotor/Bulan - Total Biaya Operasional Setiap Bulan
      Contoh:
     Dengan total keuntungan kotor usaha burger Rp2.760.000 setiap bulan dan biaya operasional             setiap bulan Rp698.000. Berapa keuntungan bersih yang dihasilkan usaha burger tersebut?
      Keuntungan bersih/bulan = Rp2.760.000 — Rp698.000 = Rp2.062.000

6.    Alokasi Hasil Keuntungan Bersih
Keuntungan bersih memang mutlak menjadi hak pemilik usaha, tapi akan lebih baik bila hasil keuntungan bersih juga ada pengelolaannya sehingga usaha Anda akan terasa lebih sehat. Akan tetapi Anda sendiri  yang berhak menentukan, pertimbangannya bila semakin besar persentase pengembalian modal investasi maka usaha akan lebih cepat balik modal (BEP). Berikut ini adalah tips-tips persentasi untuk alokasi hasil keuntungan bersih usaha :
            a.     Untuk pengembalian modal investasi = 30—50%
            b.    Untuk penyusutan alat = 10—20%
            c.     Untuk pengembangan usaha = 10 —20%
            d.    Untuk kebutuhan konsumtif = 10—50%



     Sumber materi :  
,    http://pakarcomputer.blogspot.com/2013/01/bagaimana-cara-menghitung-keuntungan.html
     http://www.kajianpustaka.com/2012/11/biaya-produksi.html#sthash.RprncNaU.dpuf
     http://bobbyalfansyuri.blogspot.com/2013/06/perilaku-produsen-teori-produksi biaya.
     html#sthash.QAykVypb.dpuf

     Sumber gambar : google

Kamis, 10 April 2014

Sampah Musuh Sejati

             Banjiiir!!!! Banjiiiirrrr!! itulah kata-kata yang sering kita dengar diwaktu musim hujan kemarin, kota Jakarta seakan sudah akrab dengan banjir yang sering terjadi, tak peduli hujan dengan intensitas kecil maupun besar. Padahal jaman dahulu kota Batavia (sekarang Jakarta) tidak ada yang namanya banjir.
            
        Dibalik suatu akibat pastilah ada penyebab, begitupun dengan kondisi banjir di kota metropolitan ini. Pembangunan gedung-gedung bertingkat di daerah resapan hijau, pengaspalan jalan maupun pembangunan rumah dibantaran kali. Itu semua adalah penyebab banjir, tetapi yang paling berpengaruh terhadap banjir di ibukota adalah SAMPAH .
            
       Kenapa saya anggap sampah sangat berpengaruh terhadap banjir di ibukota? Ya, coba kita renungkan sejenak. Mungkin banjir bisa diatasi dengan mengurangi pembangunan gedung-gedung bertingkat, pengaspalan jalan maupun pembangunan rumah dibantaran kali. Tetapi jika itu semua sudah dapat diatasi oleh pemerintah dan masih banyak sampah yang berserakan dijalanan sehingga menyumbat saluran air / gorong-gorong, hal itu sama aja tidak memecahkan masalah banjir karena itu bisa membuat air tetap meluap walaupun pemerintah sudah melakukan penanggulangan seperti yang disebutkan diatas.
            
       Oleh karena itu alangkah baiknya kita sebagai warga negara yang baik ikut membantu pemerintah dengan menanamkan sifat “Buanglah Sampah Pada Tempatnya” pada diri kita masing-masing, minimal kita melakukan ini pada lingkungan disekitar kita seperti dirumah. Tindakan seperti itu 100% lebih baik daripada kita hanya mengeluh, mengeluh dan mengeluh pada pemerintah kita. Ingat saudara-saudara pemerintah juga hanya manusia biasa sama seperti kita yang terbatas kemampuannya, janganlah kita melimpahkan segala sesuatu kepada pemerintah. Jika diibaratkan dengan peribahasa kita seperti “Melempar batu sembunyi tangan”.

            
            Mungkin hanya itulah unek-unek yang saya sampaikan, semoga tulisan yang sangat singkat dan padat ini dapat menginspirasi dan bermanfaat bagi orang-orang yang membacanya. Ingat selalu “Buanglah Sampah Pada Tempatnya”

Sabtu, 29 Maret 2014

Ruang Lingkup Ekonomi

             

        Pada kesempatan kali ini saya akan membahas segala sesuatu tentang ruang lingkup ekonomi, mulai dari definisi, metodologi ekonomi, masalah pokok & sistem perekonomian. “Ekonomi” dan “Perekonomian” kata-kata ini mungkin tidak asing bagi para pembaca, baik itu secara lisan atau non-lisan. Ya, kata-kata itu tidak asing bagi kita karena dalam setiap siklus kehidupan tanpa kita sadari selalu berhubungan erat dengan ekonomi, tapi pernahkah anda berpikir apa arti / makna sesungguhnya dari ekonomi itu?. Sebenarnya arti ekonomi sudah kita pelajari semenjak kita duduk dibangku SMA, nah tujuan saya untuk menjelaskan / mereview kembali tentang ekonomi.
          
       Menurut pemikiran saya definisi ekonomi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang transaksi jual beli terhadap barang / jasa baik itu dalam tahap produksi, distribusi maupun konsumsi. Selain definisi Ekonomi, ruang lingkup selanjutnya dari ekonomi akan kita bahas seperti berikut.

a.)   Metodelogi Ekonomi
      Ekonomi itu ilmu yang mengkombinasikan antara ilmu matematika, statistik, dan
      teori ekonomi. Metode kuantitatif yaitu menggunakan uang sebagai
      alat tukar dalam masyarakat atau adanya suatu pergerakan atau pergerakan uang.

b.)  Masalah Pokok Ekonomi
      Pokok permasalahan yang ada diekonomi ada tiga, yaitu: produksi, konsumsi dan distribusi.
·    Produksi, menyangkut masalah usaha atau kegiatan mencipta atau menambah
      kegunaan suatu benda.
·     Konsumsi, menyangkut kegiatan menghabiskan atau mengurangi kegunaan suatu
     benda.
·     Distribusi, menyangkut kegiatan menyalurkan barang dari produsen kepada
     konsumen.

             c.)   Ada 4 sistem pereknomian yang ada di dunia yaitu :
1.    Sistem Ekonomi Tradisional
Dalam sistem ekonomi tradisional, tugas pemerintah hanya terbatas memberikan perlindungan dalam bentuk pertahanan, dan menjaga ketertiban umum. Dengan kata lain kegiatan ekonomi yaitu masalah apa dan berapa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi semuanya diatur oleh masyarakat. Pada umumnya, sistem perekonomian ini berlaku pada negara-negara yang belum maju, dan mulai ditinggalkan.

2.    Sistem Ekonomi Terpusat
Pada sistem ekonomi ini, pemerintah bertindak sangat aktif, segala kebutuhan hidup termasuk keamanan dan pertahanan direncanakan oleh pemerintah secara terpusat. Pada umumnya sistem ekonomi terpusat ini diterapkan pada negara-negara yang menganut paham komunis. Namun karena kurang sesuai dengan aspirasi rakyat, akhir-akhir ini sudah ditinggalkan.

3.    Sistem Ekonomi Pasar
Siapa saja bebas memproduksi barang dan jasa, sehingga mendorong masyarakat untuk bekerja lebih giat dan efisien. Dengan demikian bagi produsen memungkinkan memperoleh laba sebesar-besarnya. Jika barang atau jasa dapat dipasarkan, pada akhirnya produsen akan menyesuaikan dengan keinginan dan daya beli konsumen. Salah satu ciri sistem ekonomi pasar adalah berlakunya persaingan secara bebas.

4.    Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran pada umumnya ditetapkan pada negara-negara berkembang. Dalam sistem ini sektor swasta dan pemerintah sama-sama diakui. Sistem ekonomi campuran ini dasarnya merupakan perpaduan antara sistem ekonomi terpusat dengan sistem ekonomi pasar.

Apa Sistem Perekonomian Indonesia?
Sistem perekenomian yang diterapkan di Indonesia adalah Sistem Ekonomi Pancasila atau dikenal juga dengan Sistem Demokrasi Ekonomi. Demokrasi Ekonomi berarti bahwa kegiatan ekonomi dilakukan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pengawasan pemerintah hasil pemilihan rakyat. Salah satu ciri positif demokrasi ekonomi adalah potensi, inisiatif, daya kreasi setiap warga negara dikembangkan dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum. Adapun ciri negatif yang harus dihindari dalam sistem perekonomian kita karena bersifat kontradiktif dngan nilai-nilai dan kepribadian bangsa Indonesia adalah sebagai berikut :

1.    Sistem ”Free Fight Liberalism”, yang menumbuhkan eksploitasi manusia dan bangsa lain
2.    Sistem “Etatisme”, negara sagat dominan serta mematikan potensi dan daya kresi unit-unit ekonomi di luar sektor negara
3.  Pemusatan kekuatan ekonomi pada suatu keompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.

Dasar Hukum Sistem Perekonomian Indonesia?
Indonesia menganut sistem ekonomi Pancasila. Ini berarti bahwa sistem perekonomian di Indonesia harus mengacu serta berdasarkan pada kelima sila dalam Pancasila. Sehingga secara normatif landasaan idiil sistem perekonomian di Indonesia adalah Pancasila dan UUD 1945. Jadi sistem perekonomian di Indonesia harus berorientasi pada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan, serta Keadilan Sosial. Hal terpenting yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan sistem perekonomian di Indonesia adalah KEADILAN yang merupakan titik tolak, proses, serta sekaligus sebagai tujuan dari pelaksanaan ekonomi di Indonesia.
Landasan perekonomian Indonesia adalah pasal 33 Ayat 1, 2, 3, dan 4 UUD 1945 hasil Amendemen, yang berbunyi sebagai berikut :

a.)    Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan;
b.)  Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak
       dikuasai oleh negara;
c.)   Bumi, air, dan kekayaan ala yang terkandung si dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan
       untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
d.)  Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip
      kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta
      dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.


Sejarah Perekonomian Indonesia?
Sejarah perekonomian Indonesia di bagi menjadi tiga (3) orde, yaitu :
1.    Ekonomi Orde Lama (sebelum 1966)
Setelah kemerdekaan 1945, keadaan ekonomi Indonesia sangat buruk sekali, ekonomi nasional mengalami stagplasi akibat pendapatan penduduk Jepang, perang dunia ke II, perang revolusi dan akibat manajemen ekonomi makro yang sangat jelek. Tahun 1945-1956 Indonesia menerapkan sistem politik demokrasi liberal, kekuasaan ada di tangan sejumlah partai politik dan sering terjadi konflik yang menyebabkan kehancuran perekonomian nasional. Setelah terjadi transisi politik ke sistem ekonomi atau demokrasi terpimpin (1957-1965), dimana kekuasaan militer dan presiden sangat besar. Sistem politik dan ekonomi semakin dekat dengan haluan dan pemikiran sosialis/komunis.
Keadaan ekonomi Indonesia terutama setelah dilakukan nasionalisasi terhadap perusahaan-perusahaan asing menjadi lebih buruk dibandingkan keadaan ekonomi semasa penjajahan Belanda. Keadaan ini membuat Indonesia semakin sulit mendapatkan dana dari negara-negara barat, baik dalam bentuk pinjaman maupun PMA. Dan untuk membiayai rekonstruksi ekonomi dan pembangunan Indonesia sangat membutuhkan dana yang cukup besar. Pada September 1965 terjadi kudeta G 30S PKI, yang meyebabkan terjadi perubahan politik yang sangat besar juga mengubah sistem ekonomi yang dianut Indonesia dari sosialis ke semi kapitalis yang mengakibatkan kesenjangan ekonomi semakin besar.

      2.    Ekonomi Orde Baru (1966-1998)
Pada maret 1966 Indonesia memasuki pemerintahan orde baru dan perhatian lebih ditujukan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan ekonomi dan sosial, dan juga pertumbuhan ekonomi yang berdasarkan system ekonomi terbuka sehingga dengan hasil yang baik membuat kepercayaan pihak barat terhadap prospek ekonomi Indonesia. Sebelum rencana pembangunan melalui Repelita dimulai, terlebih dahulu dilakukan pemulihan stabilitas ekonomi, social, dan politik serta rehabilitasi ekonomi di dalam negeri. Selain itu, pemerintah juga menyusun Repelita secara bertahap dengan target yang jelas, IGGI juga membantu membiayai pembangunan ekonomi Indonesia.
Dampak Repelita terhadap perekonomian Indonesia cukup mengagumkan, terutama pada tingkat makro, pembangunan berjalan sangat cepat dengan laju pertumbuhan rata-rata pertahun yang relative tinggi. Keberhasilan pembangunan ekonomi di Indonesia pada dekade 1970-an disebabkan oleh kemampuan kabinet yang dipimpin presiden dalam menyusun rencana, strategi dan kebijakan ekonomi, tetapi juga berkat penghasilan ekspor yang sangat besar dari minyak tahun 1973 atau 1974, juga pinjaman luar negeri dan peranan PMA terhadap proses pembangunan ekonomi Indonesia semakin besar. Akibat peningkatan pendapatan masyarakat, perubahan teknologi dan kebijakan Industrialisasi sejak 1980-an, ekonomi Indonesia mengalami perubahan struktur dari Negara agrarsi ke Negara semi industri.

      3.   Ekonomi Orde Referensi (1998 sampai sekarang)
·         Pemerintahan BJ Habibie (1998)
Sejak juli 1997 rupiah mulai tidak stabil dan mulai menggoncang perekonomian nasional. Pada oktober 1997 Indonesia meminta bantuan keuangan IMF, nilai tukar rupiah terus melemah dari awalnya Rp. 2.500 per dollar AS sampai mencapai Rp. 15.000 per dollar AS, hal ini menyebabkan terjadinya krisis ekonomi di Indonesia yang akhirnya juga memunculkan krisis politik ditandai dengan turunnya presiden Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998 digantikan oleh wakilnya BJ Habibie.
·         Pemerintahan Abdurrahman Wahid / Gusdur (1999)
Ketidakstabilan politik dan sosial yan tidak kunjung surut selama pemerintahan Gusdur menaikkan tingkat country risk Indonesia. Hal ini ditambah semakin buruknya hubungan antara pemerintah Indonesia dengan IMF, membuat pelaku-pelaku bisnis termasuk investor asing enggan melakukan kegiatan bisnis atau menanam modalnya di Indonesia. Akibatnya perekonomian nasional pada masa Gusdur tahun 2001 cenderung lebih buruk daripada pemerintahan Habibie bahkan bias membawa Indonesia ke krisis kedua yang dampaknya terhadap ekonomi, sosial dan politik akan jauh lebih besar daripada krisis tahun 1997.
·         Pemerintahan Megawati (2001)
Kabinet Gotong Royong pimpinan Megawati menghadapi keterpurukan kondisi ekonomi yang ditinggal Gusdur seperti tingkat suku bunga, inflasi saldo neraca pembayaran dan deficit APBN. Di masa ini direalisasikan berdirinya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), tetapi belum ada gebrakan konkrit dalam pemberantasan korupsi. Padahal keberadaan korupsi membuat banyak investor berpikir dua kali untuk menanamkan modal di Indonesia, dan mengganggu jalannya pembangunan nasional. Pada pemerintahan Megawati mulai tahun 2002 dan di tahun 2003 kondisi makro ekonomi semakin membaik yakni inflasi, tingkat suku bunga turun, kurs rupiah stabil, stabilitas politik tercipta dan roda perekonomian dapat roda perekonomian dapat bergerak kembali.
·         Pemerintahan SBY 2004 sampai sekarang
Kebijakan presiden SBY adalah mengurangi subsidi BBM, atau dengan kata lain menaikkan harga BBM. Kebijakan ini dilatar belakangi oleh naiknya harga minyak dunia. Anggaran subsidi BBM dialihkan ke subsidi sektor pendidikan dan kesehatan, serta bidang-bidang yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan lain yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat miskin, PNPM Mandiri dan Jamkesmas. Bank Indonesia menetapkan empat kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini, yakni BI rate, nilai tukar, operasi moneter dan kebijakan makroprudensial untuk pengelolaan likuiditas, serta makroprudensial lalu lintas modal.


Sumber materi :
http://carapedia.com/sistem_perekonomian_indonesia_info206.html
http://herildagultom.blogspot.com/2011/03/sejarah-sistem-ekonomi-indonesia.html
http://www.pengertianahli.com/2013/08/pengertian-ekonomi-menurut-para-ahli.html
http://fajar-dwidiw.blogspot.com/2013/04/pengertian-ekonomi.html
http://arhieword.wordpress.com/2012/02/06/sistem-perekonomian-indonesia-makalah/
http://oziekonomi.wordpress.com/materi/materi-kelas-x/masalah-pokok-ekonomi

Sumber gambar :
Google

Jumat, 24 Januari 2014

Pengertian Budaya, Fungsi Budaya Organisasi & Tipologi Budaya Organisasi

Nama Anggota :
Agus Sulaiman                         10112400
Aris Supriyadi                          11112150
Aditya Harisakti                      10112232
Handoko Ari Prabowo           13112283       
Ganjar Sayogo Utomo            13112095       
Adhbi Kasyugi Prayogo           10112155                   


Pengertian Budaya

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, budaya diartikan sebagai pikiran, akal budi atau adat-istiadat. Secara tata bahasa, pengertian kebudayaan diturunkan dari kata budaya yang cenderung menunjuk pada pola pikir manusia. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Terdapat juga pengertian budaya juga menurut para ahli :
  1. Budaya Menurut Koentjaraningrat, Budaya adalah suatu sistem gagasan dan rasa, tindakan serta karya yang dihasilkanmanusia dalam kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan miliknya dengan belajar.
  2. Budaya Menurut E.B. Taylor, Budaya adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, kesusilaan, hukum, adat istiadat, serta kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang dipelajari manusia sebagai anggota masyarakat.
  3. Budaya Menurut Linton, Budaya adalah keseluruhan dari pengetahuan, sikap dan pola perilaku yang merupakan kebiasaan yang dimiliki dan diwariskan oleh anggota suatu masyarakat tertentu.
  4. Budaya Menurut Kluckhohn dan Kelly, Budaya adalah Semua rancangan hidup yang tercipta secara historis, baik yang eksplisit maupun implisit, rasional, irasional, yang ada pada suatu waktu, sebagai pedoman yang potensial untuk perilaku manusia.


Pengertian Budaya Organisasi

Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi. Adapun pengertian Budaya Organisasi menurut beberapa ahli, yaitu :
  • Menurut Wood, Wallace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, Osborn (2001:391), budaya organisasi adalah sistem yang dipercayai dan nilai yang dikembangkan oleh organisasi dimana hal itu menuntun perilaku dari anggota organisasi itu sendiri.
  • Menurut Tosi, Rizzo, Carroll seperti yang dikutip oleh Munandar (2001:263), budaya organisasi adalah cara-cara berpikir, berperasaan dan bereaksi berdasarkan pola-pola tertentu yang ada dalam organisasi atau yang ada pada bagian-bagian organisasi
  •  Menurut Robbins (1996:289), budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi itu.


Fungsi Budaya Organisasi

Budaya organisasi memiliki fungsi yang sangat penting. Fungsi budaya organisasi adalah sebagai tapal batas tingkah laku individu yang ada didalamnya.
Menurut Robbins (1996 : 294), fungsi budaya organisasi sebagai berikut :
  1. Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain.
  2. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.
  3. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang.
  4. Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan.
  5. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan.

Menurut Ndraha (1997 : 21) ada beberapa fungsi budaya, yaitu :
  1. Sebagai identitas dan citra suatu masyarakat
  2. Sebagai pengikat suatu masyarakat
  3. Sebagai sumber
  4. Sebagai kekuatan penggerak
  5. Sebagai kemampuan untuk membentuk nilai tambah
  6. Sebagai pola perilaku
  7. Sebagai warisan
  8. Sebagai pengganti formalisasi
  9. Sebagai mekanisme adaptasi terhadap perubahan
  10. Sebagai proses yang menjadikan bangsa kongruen dengan negara sehingga terbentuk nation – state


Tipologi Budaya Organisasi

Pengertian Tipologi merupakan suatu pengelompokan bahasa berdasarkan ciri khas tata kata dan tata kalimatnya (Mallinson dan Blake,1981:1-3). Tipologi budaya organisasi bertujuan untuk menunjukkan aneka budaya organisasi yang mungkin ada di realitas. Tipologi budaya organisasi dapat diturunkan dari tipologi organisasi misalnya dengan membagi tipe organisasi dengan membuat tabulasi silang antara jenis kekuasaan dengan jenis keterlibatan individu di dalam organisasi.

Jenis kekuasaan dan keterlibatan individu dalam organisasi dibagi menjadi :
  • Organisasi Koersif, adalah organisasi di mana para anggota organisasi harus mematuhi apapun peraturan yang diberlakukan.
  • Organisasi Utilitarian, adalah organisasi di mana para anggota diperlakukan secara adil dalam pekerjaan dan hasil sesuai dengan standart atau ketentuan yang yang disepakati bersama oleh anggota organisasi
  • Organisasi Normatif, adalah organisasi di mana para anggota organisasinya memberikan kontribusi tinggi pada komitmen karena menganggap organisasi adalah sama dengan tujuan diri mereka sendiri.


Menurut Sonnenfeld dari Universitas Emory (Robbins, 1996 :290-291), ada empat tipe
budaya organisasi :
  1. Akademi, Perusahaan suka merekrut para lulusan muda universitas, memberi mereka pelatihan istimewa, dan kemudian mengoperasikan mereka dalam suatu fungsi yang khusus. Perusahaan lebih menyukai karyawan yang lebih cermat, teliti, dan mendetail dalam menghadapi dan memecahkan suatu masalah.
  2. KelabPerusahaan lebih condong ke arah orientasi orang dan orientasi tim dimana perusahaan memberi nilai tinggi pada karyawan yang dapat menyesuaikan diri dalam sistem organisasi. Perusahaan juga menyukai karyawan yang setia dan mempunyai komitmen yang tinggi serta mengutamakan kerja sama tim.
  3. Tim Bisbol, Perusahaan berorientasi bagi para pengambil resiko dan inovator, perusahaan juga berorientasi pada hasil yang dicapai oleh karyawan, perusahaan juga lebih menyukai karyawan yang agresif. Perusahaan cenderung untuk mencari orang-orang berbakat dari segala usia dan pengalaman, perusahaan juga menawarkan insentif finansial yang sangat besar dan kebebasan besar bagi mereka yang sangat berprestasi.
  4. Benteng, Perusahaan condong untuk mempertahankan budaya yang sudah baik. Menurut Sonnenfield banyak perusahaan tidak dapat dengan rapi dikategorikan dalam salah satu dari empat kategori karena merek memiliki suatu paduan budaya atau karena perusahaan berada dalam masa peralihan.




Sumber Materi :
http://www.sarjanaku.com/2012/07/pengertian-budaya-organisasi-definisi.html
http://restatimur.blogspot.com/2013/04/budayakerativitas-dan-inovasi.html
http://romynited.blogspot.com/2013/04/budaya-kreativitas-dan-inovasi.html
http://cindy-ts.blogspot.com/2013/06/tipologi-budaya-organisasi.html
http://duniatugasasri.wordpress.com/2013/06/11/fungsi-budaya-organisasi/
http://www.lintasberita.web.id/pengertian-budaya-menurut-para-ahli

Kamis, 28 November 2013

Peranan Komunikasi dalam Organisasi



“Berkomunikasilah pada anggota kelompokmu”. Mungkin kata-kata ini yang sering kita dengar pada saat kita berada pada suatu kelompok/organisasi. Mengacu pada kalimat diatas maka komunikasi adalah salah satu topik yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini.

Berbicara soal komunikasi pasti kita pernah ataupun sering mendengar kata ini. Sebenarnya kita telah melakukan kegiatan komunikasi setiap hari dimanapun dan kapanpun, karena kodrat sejati manusia adalah makhluk sosial maka mau tidak mau mereka pun harus melakukan komunikasi. Tempat berkomunikasi mungkin bermacam-macam, tapi pada pembahasan kali ini kita akan lebih mempersempit ruang komunikasi yaitu peranan komunikasi dalam organisasi.

Sebelum kita menuju ke topik utama yaitu peranan komunikasi dalam organisasi, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu arti dari komunikasi dan organisasi. Komunikasi adalah suatu penyampaian informasi baik itu berupa ide, saran, pesan maupun ungkapan perasaan. Komunikasi secara lisan adalah yang sering dipakai oleh kita dalam menyampaikan informasi atau disebut komunikasi verbal. Kebalikan dari komunikasi verbal adalah non verbal yaitu komunikasi menggunakan isyarat atau semacamnya.

Sedangkan pengertian organisasi sudah saya jelaskan dipostingan saya yang sebelumnya yang berjudul “Pengalaman Berorganisasi”. Organisasi tanpa adanya sebuah komunikasi akan terasa aneh , karena satu-satunya keberhasilan sebuah organisasi adalah proses komunikasi yang baik antar sesama elemen. Peranan komunikasi dalam komunikasi sebenarnya ada banyak tapi saya hanya akan menuliskan beberapa yang saya tahu.

Peran komunikasi dalam organisasi :
1. Menghindarkan kesalahpahaman antara pimpinan kepada anggota maupun anggota kepada anggota.
2.    Menyampaikan ide/masukan untuk mencapai suksesnya sebuah organisasi.
3.    Dapat mengakrabkan diri antara masing-masing elemen yang ada diorganisasi.
4.    Memecahkan masalah untuk menghindari terpecahnya sebuah organisasi.
5.    Dapat membantu pekerjaan anggota satu sama lain.

Jadi, kesimpulan yang dapat kita ambil dalam pembahasan kali ini adalah komunikasi
berperan sangat vital dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam organisasi, karena setiap pekerjaan yang kita lakukan dalam organisasi harus dikomunikasikan terlebih dahulu kepada anggota lainnya agar tidak terpecah belah antar sesama anggota.



Sumber materi   : wikipedia
Sumber gambar : google